Monday, 8 July 2019

Penerjemahan Indonesia - Inggris sebuah Artikel tentang Musik

TRANSLATION INDONESIAN INTO ENGLISH THEMED “MUSIC”



I. ORIGINAL ARTICLE

Tampil di Prambanan Jazz, Ardhito Pramono: Akhirnya Mimpi Jadi Kenyataan!

Suara.com - Buat kamu anak muda milenial? Pasti tahu dong Ardhito Pramono. Ya, ia diketahui penyanyi pendatang baru tanah air yang masih sangat belia yakni 24 tahun.

Nama Ardhito Pramono mulai melejit dari video-video menyanyi di chanel YouTube pribadinya.
Bahkan, baru-baru ini penampilannya di Prambanan Jazz 2019 sukses mencuri perhatian. Ditemui MataMata.com setelah konser, Ardhito juga mengaku senang gaya bermusiknya dapat diterima anak muda masa kini.

"Kesannya seru banget. Sampai mimpi-mimpi sih di Prambanan Jazz. Akhirnya, mimpinya jadi kenyataan dengan dilihat orang-orang di Prambanan Jazz 2019," ungkap Ardhito.

Ardhito Pramono sendiri diketahui membawakan sepuluh lagu saat manggung di Prambanan Jazz 2019. Bahkan, Ardhito Pramono juga ada persiapan khusus sebelum konser.
"Olahraga dan mulai untuk latihan vokal lagi. Gue sebelum tidur biasanya push up sih," jelas Ardhito.

Sebagai penyanyi muda representative milenial, Ardhito Pramono juga mengaku senang melihat perilaku anak-anak muda zaman sekarang.
"Apresiatif banget sih sama culture yang udah dibangun lama," pungkas Ardhito Pramono.


II. TRANSLATED BY GOOGLE TRANSLATE

Appearing at Prambanan Jazz, Ardhito Pramono: Finally Dreaming of Being Reality!

For you millennial youth?  Ardhito Pramono must know.  Yes, he is known to be a very young young singer, 24 years old.

The name Ardhito Pramono began to skyrocket from singing videos on his personal YouTube channel.
In fact, recently his appearance at Prambanan Jazz 2019 has successfully caught the eye.  Met by MataMata.com after the concert, Ardhito also said he was happy that his musical style could be accepted by today's young people.

"The impression was really exciting. Until the dreams at Prambanan Jazz. Finally, his dream came true by being seen by people at Prambanan Jazz 2019," said Ardhito.

 Ardhito Pramono himself was known to bring ten songs during a gig at Prambanan Jazz 2019. In fact, Ardhito Pramono also had special preparations before the concert.
"Sports and starting for vocal training again. I usually push up before going to bed," explained Ardhito.

 As a young singer of millennial representatives, Ardhito Pramono also claimed to be happy to see the behavior of young people today.
"I really appreciate the same culture that has been built for a long time," concluded Ardhito Pramono.


III. TRANSLATED BY DANIELLA

Performing at Prambanan Jazz, Ardhito Pramono: Finally My Dream Came True!

For you, millennial youth? You guys must've known about Ardhito Pramono. Yes, he is known as a newcomer singer in our homeland who is still very young, 24 years old.

The name Ardhito Pramono began to skyrocket from singing on his personal YouTube channel.
In fact, recently his appearance at Prambanan Jazz 2019 has successfully caught the eye. When he was met by MataMata.com after the concert, Ardhito also said he was happy that his musical style could be accepted by millennials.

 "The impression was really exciting. I dreamed of singing at Prambanan Jazz. Finally, my dream came true by being seen by people at Prambanan Jazz 2019," said Ardhito.

 Ardhito Pramono himself was known to bring ten songs during a gig at Prambanan Jazz 2019. In fact, Ardhito Pramono also had special preparations before the concert.
"I had an exercise and I started to do a vocal training again. I usually push up before going to bed," explained Ardhito.

As a young singer of millennial representatives, Ardhito Pramono also claimed to be happy to see the behavior of young people nowadays.
"I really appreciate the culture that has been built for a long time," concluded Ardhito Pramono.

Monday, 6 May 2019

Penerjemahan Berbantuan Komputer: Translation about Politics

I. Original Article

Ahok - Djarot Wins in FPI Stronghold
(The Jakarta Post)
Incumbent Jakarta governor and deputy governor candidates Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama and Djarot Saiful Hidayat won the majority vote at polling station TPS 17 in Petamburan, the home base of conservative Muslim group Islam Defenders Front (FPI) in Tanah Abang, Central Jakarta, during Wednesday’s gubernatorial runoff election.
Ahok-Djarot took a slight lead over their rivals Anies Baswedan and Sandiaga Uno in the same polling station where FPI leader Rizieq Shihab cast his vote, kompas.com reported.
The incumbent pair received 286 of the total 547 ballots, of which 11 were declared invalid.
“Therefore, 250 votes go to candidate pair number three [Anies-Sandiaga],” said Heri, head of Petamburan Polling Station Committee (KPPS)
It was Ahok-Djarot’s second win at the FPI headquarters. In the first round of the election on Feb. 15, the pair won with 279 votes while Anies-Sandiaga received 212. Agus Yudhoyono and Sylviana Murni ranked third with only 38 votes.
As of 4 p.m. on Wednesday, with 92.75 percent of the total vote counted, Anies and Sandiaga received 58 percent of the vote, taking a lead over Ahok-Djarot, who garnered 41 percent of the vote, according to quick count conducted by Kompas. (afr/ebf)

II. Translation by Google
Ahok - Djarot Menang di Kubu FPI
Calon gubernur dan wakil wakil gubernur Jakarta yang berkuasa Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat memenangkan suara terbanyak di TPS 17 TPS 17 di Petamburan, markas besar kelompok Muslim Pembela Islam (FPI) konservatif di Tanah Abang, Jakarta Pusat, selama Pemilihan limpasan gubernur hari Rabu.
Ahok-Djarot memimpin sedikit atas saingan mereka, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di tempat pemungutan suara yang sama di mana pemimpin FPI Rizieq Shihab memberikan suaranya, kompas.com melaporkan.
Pasangan petahana menerima 286 dari total 547 surat suara, yang 11 dinyatakan tidak valid.
“Karena itu, 250 suara diberikan kepada pasangan calon nomor tiga [Anies-Sandiaga],” kata Heri, ketua Komite TPS Petamburan (KPPS).
Itu adalah kemenangan kedua Ahok-Djarot di markas FPI. Pada putaran pertama pemilihan pada 15 Februari, pasangan ini menang dengan 279 suara sementara Anies-Sandiaga menerima 212. Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni berada di peringkat ketiga dengan hanya 38 suara.
Mulai jam 4 malam pada hari Rabu, dengan 92,75 persen dari total suara dihitung, Anies dan Sandiaga menerima 58 persen suara, memimpin Ahok-Djarot, yang mengumpulkan 41 persen suara, menurut penghitungan cepat yang dilakukan oleh Kompas. (afr / ebf)

III. Translation by Daniella
Ahok - Djarot Menang di Kubu FPI
Calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat memenangkan suara terbanyak di TPS 17 di Petamburan, markas besar kelompok Muslim konservatif, Front Pembela Islam (FPI) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, selama limpasan pemilihan pada hari Rabu.
Ahok-Djarot memimpin sedikit atas saingan mereka, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di tempat pemungutan suara yang sama di mana pemimpin FPI Rizieq Shihab memberikan suaranya, kompas.com melaporkan.
Pasangan saat ini menerima 286 dari total 547 surat suara, yang 11 dinyatakan tidak sah.
“Karena itu, 250 suara diberikan kepada pasangan calon nomor 3 [Anies-Sandiaga],” kata Heri, ketua Komite TPS Petamburan (KPPS).
Itu adalah kemenangan kedua Ahok-Djarot di markas FPI. Pada putaran pertama pemilihan pada 15 Februari, pasangan ini menang dengan 279 suara, sementara Anies-Sandiaga menerima 212 suara. Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni berada di peringkat ke-3 dengan hanya memperoleh 38 suara.
Mulai jam 4 subuh pada hari Rabu, dengan 92,75 persen dari total suara yang telah dihitung, Anies dan Sandiaga menerima 58 persen suara, memimpin di atas Ahok-Djarot, yang mengumpulkan 41 persen suara, menurut penghitungan cepat yang dilakukan oleh Kompas. (afr / ebf)

Monday, 15 April 2019

Penerjemahan Berbantuan Komputer: Penerjemahan Artikel Indonesia-Inggris


I. SIGALE-GALE, BONEKA MISTIS DARI SAMOSIR
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada banyak alasan mengunjungi sebuah destinasi wisata, selain keindahan alam, budaya juga menjadi daya tarik daerah tertentu. Salah satu daya tarik budaya yang bisa disaksikan di Tanah Batak adalah Sigale-gale.

Sigale-gale merupakan pertunjukkan dari Pulau Samosir, Danau Toba, yang melibatkan boneka mistis. Kisahnya diambil dari cerita turun-temurun dan dipercaya oleh masyarakat.

Sigale-gale adalah boneka kayu yang dibuat untuk membahagiakan Raja Rahat, raja dari salah satu kerajaan di Pulau Samosir.

Alkisah, Raja Rahat memiliki putra tunggal bernama Raja Manggale. Sayangnya, sang putra kesayangan gugur di medan perang dan jasadnya tidak ditemukan.

Kesedihan karena kehilangan sang putra membuat Raja Rahat sakit. Guna membahagiakan kembali rajanya, para tetua di kerajaan tersebut membuat sebuah patung yang mirip dengan Manggale. Agar patung tersebut ‘hidup’, para tetua itu memanggil roh Manggale yang membuat patung bisa bergerak.

Berkat patung tersebut, Raja Rahat pulih dari sakitnya. Sejak saat itu, masyarakat Batak menyebut patung tersebut sebagai Sigale-gale, yang diambil dari nama Manggale.

Pertunjukkan Sigale-gale tentu tidak menggunakan roh seperti dimasa lalu. Boneka yang digunakan dalam pertunjukkan, digerakkan menggunakan sistem penggerak mekanis, sehingga boneka bisa menari lincah.

Tarian ini umumnya diiringi musik Sordam dan Gondang Sabangunan. Boneka Sigale-gale pun akan ‘ditemani’ 8-10 orang penari yang akan menari Tor-Tor.

Pertunjukkan Sigale-gale bisa disaksikan di Desa Tomok, Samosir, yang hanya berjarak sekitar satu jam menumpang kapal feri dari Parapat.

Guna lebih memperkenalkan Sigale-gale di mata wisatawan lokal dan mancanegara, Rapidin pun berencana membuat boneka raksasa.

Untuk itu, Kabupaten Samosir sudah menyiapkan anggaran yang cukup besar, yakni senilai Rp80 miliar untuk patung Sigale-gale raksasa dan Rp120 miliar untuk kereta gantung atau cable car.
 (les)


II. Terjemahan oleh Google Translate:

SIGALE-GALE, MISTICAL DOLL FROM SAMOSIR

Jakarta, CNN Indonesia - There are many reasons to visit a tourist destination, besides the beauty of nature, culture also attracts certain regions. One of the cultural attractions that can be witnessed in the Batak Land is Sigale-gale.

Sigale-gale is a performance from Samosir Island, Lake Toba, which involves a mystical puppet. The story is taken from hereditary stories and trusted by local people.

Sigale-gale is a wooden doll made to make King Rahat happy, the king of one of the kingdoms on Samosir Island.

Once upon a time, King Rahat had a single son named Raja Manggale. Unfortunately, the beloved son died on the battlefield and his body was not found.

Losing a son made King Rahat sad and sick. To make the king happy again, the elders in the kingdom made a statue similar to Manggale. In order for the statue to 'live', the elders called the spirit of Manggale, which made the statue move.

Thanks to the statue, King Rahat had been recovered from his illness. Since then, the Bataknese people have called the statue Sigale-gale, which was taken from the name Manggale.

Sigale-gale shows certainly do not use spirits like in the past. Dolls that are used in shows, are driven using a mechanical drive system, so that the doll can dance agile.

This dance is generally accompanied by Sordam and Gondang Sabangunan music. Sigale-gale dolls will be accompanied by 8-10 dancers who will dance Tor-Tor.

Sigale-gale shows can be seen in Tomok Village, Samosir, which is only about an hour aboard a ferry from Parapat.

To further introduce Sigale-gale in the eyes of local and foreign tourists, Rapidin also plans to make a giant doll.


For this reason, Samosir Regency has prepared a quite large budget, which is worth Rp80 billion for giant Sigale-gale statues and Rp120 billion for cable cars or cable cars. (les)


III. Terjemahan Sendiri

SIGALE-GALE, MISTICAL DOLL FROM SAMOSIR

Jakarta, CNN Indonesia - There are many reasons to visit a touristy destination, besides the beauty of nature, the culture itself also attracts certain regions. One of the cultural attractions that can be witnessed in the Batak Land is Sigale-gale.

Sigale-gale is a performance from Samosir Island, Lake Toba, which involves a mystical puppet. The story is taken from hereditary stories and trusted by the community.

Sigale-gale is a wooden doll made to make King Rahat happy, the king of one of the kingdoms on Samosir Island.

Once, King Rahat had a single son named Raja Manggale. Unfortunately, the beloved son died on the battlefield and his body was not found.

Sadness because of losing the son made King Rahat sick. To make the king happy again, the elders in the kingdom made a statue similar to Manggale. In order for the statue to 'live', the elders called the spirit of Manggale, which made the statue move.

Thanks to the statue, King Rahat recovered from his illness. Since then, the Batak people have called the statue Sigale-gale, which was taken from the name Manggale.

Sigale-gale shows certainly do not use spirits like in the past. Dolls that are used in shows, are driven using a mechanical drive system, so that the doll can dance agile.

This dance is generally accompanied by Sordam and Gondang Sabangunan music. Sigale-gale dolls will be accompanied by 8-10 dancers who will dance Tor-Tor.

Sigale-gale shows can be witnessed in Tomok Village, Samosir, which is only about an hour aboard a ferry from Parapat.

To make Sigale-gale become more known in the eyes of local and foreign tourists, Rapidin also plans to make a giant doll.


For this reason, Samosir Regency has prepared a quite large budget, which is worth Rp80 billion for giant Sigale-gale statues and Rp120 billion for cable cars. (les)